Tamak dan Asal-Usulnya


(Kisah rakyat dari Bosnia Herzegovina).

DUNIA baru saja diciptakan dan Tuhan menetapkan bahwa manusia akan hidup di sana sampai umur tiga puluh tahun. “Kalian akan menjadi pemimpin bagi semua makhluk ciptaanKu,” kataNya kepada pria dan wanita pertama. “Dan selama hidup, kalian akan menjadi makhluk-makhluk yang cantik dan tampan, muda, sehat, kuat, dan bijak.”

Si Pria gembira mendengar firman yang menetapkan manusia sebagai pemimpin atas semua ciptaan. Hanya soal umur ia tidak puas. Hidup cuma tiga puluh tahun ia pikir bukan tawaran yang menarik. Namun, Tuhan telah menetapkan kehendakNya dan ia tunduk saja.

Selanjutnya Tuhan menciptakan keledai dengan ketetapan seperti ini: “Kau akan makan makanan yang paling tidak membangkitkan selera dan tak pernah merasa puas. Sepanjang hidup kau akan mengabdi pada manusia dan mengangkut beban berat, menarik kereta, dan menjadi tunggangan. Mereka akan berlaku kasar terhadapmu dan memukulmu  karena kekuranganmu. Kau akan hidup selama tiga puluh tahun.”

Keledai berpikir sejenak dan kemudian menyampaikan pendapatnya, “Tuhan, karena saya harus menderita begitu rupa, tiga puluh tahun tampaknya terlalu lama bagi kami. Bolehkah saya hidup hanya sepuluh tahun?”

Tuhan menerima permohonan keledai dan menjawab lembut, “Baiklah, kau akan hidup sepuluh tahun.”

Mendengar percakapan antara Tuhan dan keledai, dan menyadari bahwa ternyata Tuhan bisa ditawar, si Pria mengajukan usul, “Tuhan, bisakah dua puluh tahun yang tidak diinginkan oleh keledai ditambahkan ke saya saja?”

Dan Tuhan maha  mengabulkan permintaan. “Kau boleh mengambilnya,” kataNya, “tetapi kau hanya bisa mengambil dua puluh tahun itu apa adanya.”

Si Pria senang karena sekarang ia memiliki waktu hidup lima puluh tahun sebagai penguasa di muka bumi.

Lalu Tuhan menciptakan anjing dan mengatakan kepadanya , "Kuciptakan kau sebagai makhluk yang sangat waspada dan kau harus mempertahankan apa yang menjadi milikmu. Kau akan menyalak dan selalu merasa dalam bahaya. Selain itu, kau akan lebih banyak bekerja untuk pihak lain ketimbang untukmu sendiri. Umurmu tiga puluh tahun.”

“Tuhan," kata anjing, "karena saya harus menjalani hidup selalu dalam kecemasan, bolehkah umur saya sepuluh tahun saja?”

“Tak ada masalah jika maumu begitu,” jawab Tuhan. “Jadi, kau hidup sepuluh tahun.”

Si Pria melihat peluang untuk hidup lebih lama. Maka ia memohon sekali lagi, “Tuhan, jika anjing tak menginginkannya, biarlah yang dua puluh tahun itu untuk saya saja.”

Tuhan mengabulkan setiap permintaan. "Ambillah jika kau mau,” kataNya, “tetapi kau hanya bisa mengambil sebagaimana adanya.”

Sekarang manusia memiliki usia tujuh puluh tahun.

Akhirnya , Tuhan menciptakan monyet . “Kau kuciptakan mirip manusia,” kata Tuhan, “tetapi kau tidak akan menjadi manusia. Kau pintar memanjat pohon, berayun dari dahan ke dahan untuk menghindari mereka yang memburumu. Kau akan menirukan apa yang dilakukan makhluk lain dan tidak tahu kenapa kau melakukan itu. Umurmu tiga puluh tahun.”

“Tiga puluh tahun hidup seperti itu saya rasa terlalu lama, Tuhan. Bolehkah umur saya dua puluh tahun saja?” tanya monyet.

"Tentu boleh," kata Tuhan.

Lalu si Pria datang lagi dan memohon lagi: “Tuhanku, bisakah yang sepuluh tahun itu untuk saya saja?”

Dan Tuhan tak pernah bosan mengabulkan permohonan: "Ambillah sebagaimana adanya,”

Sekarang, semua permohonan sudah dikabulkan dan  dan saya mohon diri. Tetapi izinkan saya menyampaikan sedikit lagi. Lain kali berhati-hatilah memohon karena keinginanmu pasti terkabul. Jika kau sekadar meminta lebih, atau pokoknya ingin mendapatkan lebih banyak, ingatlah kisah pria ini.

Ia menjalani hidup mengikuti firman Tuhan. Tiga puluh tahun pertama hidupnya ia sehat, muda dan segar. Pada umur tiga puluh tahun ia menikah dan membangun rumah tangga, dan ia memikul beban yang harus dipikul oleh keledai selama dua puluh tahun. Pada usia lima puluh, ia menjalani dua puluh tahun milik anjing: mempertahankan apa saja yang telah ia miliki dan selalu merasa terancam bahaya. Pada usia tujuh puluh, ia akan menyerupai monyet—bungkuk, keriput, dan gosong karena tua. Kadang ia melakukan sesuatu tanpa tahu kenapa ia melakukannya. [*]


Erickson, Pasien Rumah Sakit Jiwa, dan Rahasia Menjadi Bintang Film


Kawan-kawan, berikut ini saya bagikan sebuah transkripsi dari salah satu sesi hipnoterapi yang dilakukan oleh Milton H. Erickson. Sebut saja pasien itu bernama M.

Beginilah ceritanya seperti dituturkan oleh Erickson kepada murid-muridnya yang setia belajar hipnoterapi di rumahnya di Phoenix.

Ini adalah transkripsi sesi pertama dari enam sesi yang saya lakukan dengan M. Ia laki-laki. Usianya 25 tahun. Ketika saya bertemu dengannya malam itu beberapa tahun lalu, M duduk saja menekuk tubuhnya seperti udang. Kakaknya, yang  mengundang saya, sebelumnya sudah menyampaikan beberapa informasi  tentang M. Ia mengatakan bahwa adiknya itu sama sekali tidak bisa membuat keputusan, bahkan untuk urusan apakah ia harus minum air putih atau teh. Ia juga selalu bertanya kepada kakaknya apakah harus minum dengan cangkir atau gelas. Beberapa waktu sebelumnya M sempat dirawat di rumah sakit jiwa karena terus dihantui ketakutan bahwa ia sedang dikejar-kejar tentara Amerika Serikat. Tampaknya ia trance sepanjang hari dan saya memutuskan pada pertemuan pertama itu untuk sekadar bercakap-cakap dengannya. Keputusan intuitif saya mengatakan bahwa yang perlu dilakukan adalah membuatnya bangun dari trance agar ia bisa menyadari situasinya.

Pembicaraan dengan M berlangsung di dalam ruangan di mana kami hanya berdua. Transkripsi aslinya lebih panjang dan banyak pengulangan karena subjek di awal-awal hanya menjawab “tidak tahu” atau “mungkin tidak tahu” atau “gimana baiknya aja”.

Ia tidak pernah yakin terhadap apa yang keluar dari mulutnya. Jawaban-jawaban “tidak tahu” atau “mungkin tidak tahu” atau “gimana baiknya aja” cukup bisa menggambarkan bagaimana ia selalu menanyakan ke kakaknya bahkan untuk hal-hal kecil tentang apa yang harus dia lakukan. Sehari-hari ia hanya duduk-duduk, tidur, dan selalu ikut ke mana pun ibunya pergi.

Upaya awal yang perlu saya lakukan kira-kira adalah menghilangkan kata “mungkin” atau “tidak tahu” atau “gimana baiknya aja” yang sudah menjadi seperti otomatis meluncur dari mulut M setiap kali mendapatkan pertanyaan.

Agar bisa lebih enak dibaca, dan lebih ringkas, saya (Erickson) melakukan penyuntingan sehingga jadinya seperti yang anda baca berikut ini :

Erickson : Jadi, namamu M dan umurmu 25 tahun... benar begitu? Sekarang kakakmu meminta aku untuk membantumu karena mereka berpikir aku bisa membantumu. Dan aku tidak tahu apakah kau berpikir aku bisa membantumu mengatasi masalahmu. Dan aku tidak peduli pada pikiranmu.... Ada yang mau kausampaikan tentang bagaimana aku bisa membantumu?

M : Bagaimana baiknya aja...

Erickson : Bagus, M, aku bisa membantumu... cepat atau lambat... bagaimana baiknya
aja menurutku.... kautahu, M?
M : Tidak tahu...

Erickson : Kau betul-betul tidak tahu?
M : Mungkin tidak tahu...

Erickson : Kau mungkin tidak tahu? Kau selalu bilang mungkin?
M : Tidak tahu...

Erickson : Sekarang, mulutmu selalu bilang “tidak tahu” atau “mungkin tidak tahu”, dan
kau tidak tahu apa yang diucapkan mulutmu karena kau tidak tahu apa yang diucapkan batinmu?”
M : Tidak tahu...

Erickson : Sama. Aku juga tidak tahu apakah yang diucapkan pikiranmu, karena mulutmu tidak tahu... dan kau mungkin tidak tahu yang diucapkan mulutmu, begitu M?
M : Mungkin tidak tahu...

Erickson : Sekarang aku akan mengulangi sebentar agar pembicaraan ini bisa jelas.
Namamu mungkin M...
M : M...
Erickson : Kau mungkin tidak tahu, bukan?
M : Tahu...

Erickson : Dan kau mungkin 25 tahun... dan kau mungkin laki-laki...
M : Laki-laki

Erickson : Mungkin laki-laki.... mungkin bukan laki-laki....
M : Laki-laki

Erickson : Mungkin... kau tidak tahu....
M : Saya tahu....

Erickson :Kau mungkin tidak tahu... Laki-laki umur 25 tahu persis apa yang harus
dilakukan oleh laki-laki umur 25... kau tahu?
(M diam)

Erickson : Dan kau tidak tahu.... karena kau bukan laki-laki umur 25 tahun. Kudengar kau masih menyusu ibumu.... itu benar?
M : Tidak.

Erickson : Kau bisa dipercaya?
M : (Diam beberapa saat) Mungkin...tidak tahu

Erickson :Dan aku tidak peduli... apa yang kaupikirkan, karena kau mungkin tidak bisa berpikir... apa yang bisa dilakukan oleh laki-laki umur 25... Dan umurku 36 dan aku laki-laki karena aku tahu apa yang harus dilakukan laki-laki umur 25... dan kau tidak tahu apa yang harus dilakukan oleh lelaki umur 36 karena kau tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh lelaki umur 25.... Dan aku tahu karena umurku 36... Sekarang, kau hanya perlu mendengarku karena umurku 36 dan aku tahu apa yang seharusnya dilakukan lelaki umur 25.... dan kau tidak tahu... apa yang sebaiknya dilakukan oleh lelaki 36 tahun karena kau mungkin bukan lelaki dan mungkin tidak 25.

Erickson : Kau bisa mendengarku?
M : Bisa.

Erickson : Kau tahu kau bisa mendengarku?
M : Mungkin...

Erickson : Mungkin tidak tahu?
M : Tahu

Erickson : Tahu cara mendengar?
M : Tahu.

Erickson : Bagus, M... Sekarang, kau bisa dipercaya?
M : Mungkin...

Erickson : Mungkin tidak bisa?
M : Bisa....

Erickson : Terima kasih, M.... Jadi, kau tahu namamu Dani?
M : Tidak.

Erickson : Namamu Dani bukan, M...?
M : M...

Erickson : Kau mungkin tidak tahu....
M : Tahu....

Erickson : Kau bisa dipercaya tentang namamu?
M : Bisa.

Erickson : Baiklah, M.... Sekarang aku akan menanyakan yang paling umum, M. Apa cita-citamu?
M : Bintang film...

Erickson : Bagus, M... Itu cita-cita yang bagus. Dan kau tahu rahasia menjadi bintang film?
M : Tidak tahu.

Erickson : Aku tahu rahasianya karena aku penulis skenario. Dan kau ingin tahu rahasia menjadi bintang film?
M : Ya....

Erickson : (Disini Erickson kemudian mulai menyisipkan sugesti kepada M untuk memejamkan mata dan merespon hanya dengan ideomotor). Kau hanya mengangguk. Nanti aku sampaikan rahasia itu kalau kau tahu cara memperhatikan omonganku. Kau bisa hanya mendengar omonganku, M?
M : Bisa.

Erickson : Bagus, M. Kalau kau tidak bisa kau tidak akan pernah mendengar rahasia menjadi bintang film. Dan kau ingin menjadi bintang film seperti apa?
M : Tidak tahu....

Erickson : Maksudku siapa yang paling kausukai?
M : Tom Cruise...
Erickson : Jadi kau ingin menjadi bintang film seperti dia?
M : Ya...

Erickson : Kau hanya mengangguk, M.... setiap bintang film tahu cara mengangguk...
M (Mengangguk). M mulai trance. Mengangguk sebagai tanda respon ideomotor mulai muncul.

Erickson : Bagus, M... Aku tahu rahasia menjadi bintang film karena aku 36 tahun dan aku penulis skenario... Dan kau hanya mendengar suaraku karena aku akan menyampaikan rahasia itu kepadamu... Dan kau tahu Tom Cruise pernah bermain film sebagai pelayan restoran, kau tidak tahu?
M : Tidak tahu....

Erickson : Kau hanya mengangguk, M...
M (Mengangguk)

Erickson : Dan ia pernah menjadi pilot pesawat terbang di film. Dan ia pernah menjadi pembalap sepeda..... Dan ia pernah menjadi orang yang jatuh cinta..... Sekarang, M, kau tahu Tom Cruise bintang film yang baik karena itu kau menyukainya...
M (Mengangguk)

Dan kau bintang film yang baik bisa bermain menjadi apa saja... kau tahu?
M (Mengangguk)
Dan kau ingin bisa seperti Tom Cruise... bermain film sebagai apa saja?
M (Mengangguk)

Sekarang, kau bertemu sutradara dan ia memintamu bermain sebagai pelayan restoran, seperti Tom Cruise.... Kau bersedia?
M (Mengangguk)

Dan kau ingin tahu bagaimana rahasia Tom Cruise bermain sebagai pelayan restoran?
M (Mengangguk)
Aku tahu rahasianya, M... Tom Cruise berlatih setiap hari.... dan kau ingin menjadi seperti Tom Cruise....
Karena itu kau ingin tahu bagaimana cara Tom Cruise berlatih, M?
M (Mengangguk)

Dan, kautahu, M, aku penulis skenario dan karena itu aku mempelajari rahasia menjadi bintang film... dan bagaimana Tom Cruise berlatih... Aku tahu rahasianya, tetapi kau bisa dipercaya?
(Mengangguk)

Dan ada enam rahasia.... tetapi aku tidak yakin kau bisa menjalankan latihannya seperti Tom Cruise berlatih... Dan aku hanya akan menyampaikan rahasia pertama kalau kau bisa dipercaya. Kau paham maksudku, M?
M (Mengangguk)

Aku akan menyampaikan rahasia pertama ini kalau kau bisa dipercaya... Kau bisa dipercaya, M?
M (Mengangguk)

Kau sungguh-sungguh mau menjalankan latihan seperti Tom Cruise melakukannya?
M (Mengangguk)

Tapi untuk menjadi bintang film seperti Tom Cruise tentu orang perlu latihan tekun setiap hari. Dan itu berarti kau harus melakukannya setiap hari seperti Tom Cruise melakukannya setiap hari. Sekarang aku tidak peduli apakah kau punya ketekunan seperti Tom Cruise...
Aku akan menyampaikan rahasia pertama sekarang.... dan rahasia kedua akan kusampaikan hanya jika kau bisa menjalankan rahasia pertama....
Kemudian rahasia ketiga akan kusampaikan jika kau bisa menjalankan rahasia pertama dan kedua..... Begitulah, M... Kau tahu maksudku?
M (Mengangguk)

Lalu rahasia keempat akan kusampaikan hanya jika kau bisa menjalankan rahasia pertama, kedua, dan ketiga.... Rahasia kelima hanya akan kusampaikan kalau kau tetap bisa menjalankan keempat rahasia yang sudah kusampaikan sebelumnya.
Terakhir, M, rahasia keenam hanya akan kusampaikan kalau kau tetap menjalankan rahasia pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima....
Dan kautahu rahasia menjadi bintang film seperti Tom Cruise ada enam jumlahnya. Dan kau perlu tahu semuanya. Itu jika kau benar-benar menyukai Tom Cruise dan ingin menjadi bintang film seperti orang yang kausukai itu. Aku penulis skenario dan aku sudah mengetahui keenam rahasia yang dimiliki Tom Cruise dan kau ingin tahu semuanya karena kau ingin menjadi seperti Tom Cruise....

Sekarang, perhatikan baik-baik, M, kau ingin mengetahui semua rahasia itu...
Tetapi aku hanya memberikannya kepada orang yang bisa melakukan apa yang kusampaikan. Itu seperti resep untuk menjadi bintang film seperti Tom Cruise....

Dan resep apa pun, apakah itu resep memasak, resep obat-obatan dari dokter, resep menulis skenario atau resep yang lainnya... harus dijalankan semuanya secara penuh.

Resep membuat ayam goreng, kautahu, harus kauikuti secara lengkap jika kau ingin memasak ayam goreng, bukan?

Bumbunya harus lengkap, harus pas takarannya, dan cara menggorengnya harus benar.... Semua yang disampaikan dalam resep itu harus dijalankan seperti yang disampaikan. Dan harus lengkap. Ada enam bumbu atau berapa pun, harus lengkap semuanya...

Dan setelah lengkap semuanya, harus ada api untuk memasaknya. Kau tak bisa memasak ayam goreng tanpa api. Karena itu harus ada kompor atau tungku dan kau harus tahu bagaimana cara menyalakan kompor... Dan resep rahasia menjadi bintang film seperti Tom Cruise, yang kuketahui, harus kauketahui secara lengkap semuanya.

Dan aku bukan orang yang gampang membuka rahasia.... hanya kepada orang yang kupercaya... dan kaubilang kau bisa dipercaya, tetapi kau harus membuktikan ucapanmu dengan tindakan yang membuatku bisa mempercayaimu.

Sekarang, dengar baik-baik, M. Suatu hari kau bertemu sutradara... dan aku punya banyak kenalan sutradara... dan ia menawarimu bermain sebagai pelayan restoran seperti Tom Cruise pernah menjadi pelayan restoran... dan kau ingin seperti Tom Cruise karena kau menyukainya. Kaubilang mau bermain film sebagai pelayan restoran, benar begitu, M?
M (mengangguk)

Dan kau harus berlatih seperti Tom Cruise karena kau tidak tahu caranya. Kaubilang kepada sutradara itu kau sanggup berlatih... dan itu artinya berlatih dengan tekun seperti Tom Cruise.
(mengangguk)

Sekarang, rahasia pertama, M. Tom Cruise menyapu lantai setiap pagi agar ia bisa melakukannya dengan baik di film, karena untuk menjadi pelayan restoran ia harus bisa menyapu lantai... Maka, untuk menjadi seperti Tom Cruise kau setiap pagi harus berlatih menyapu lantai.... Sampai sekarang Tom Cruise melakukannya, karena ia menganggap itu latihan yang baik untuk menjaga tubuhnya tetap sehat...

Kautahu gerakan orang menyapu? Menurut Tom Cruise itu seperti olahraga senam. Ia melakukan itu untuk bisa bermain film dengan baik, dan untuk menjadi sehat, dan untuk membuat lantainya bersih... Karena itu ia selalu kelihatan tegap dan sehat... karena ia tekun melakukan latihan.... 
Latihan lainnya, sebagai pelayan restoran ia harus bisa mencuci gelas dan piring. Dan ia harus benar-benar bisa melakukannya sehingga ia bisa bermain film dengan baik. Sekarang, yang dilakukan Tom Cruise, M, selalu mencuci piring dan gelasnya
sendiri. Ia tidak peduli apakah ia minum dengan gelas atau cangkir... yang penting adalah ia mencuci gelas atau cangkir yang ia gunakan untuk minum, dan mencuci piringnya sehabis makan....

Dan kautahu ia minum dengan gelas atau dengan cangkir, M? Ia tidak peduli apakah ia minum dengan cangkir atau gelas.... Ia bintang film yang baik, dan kau berlatih seperti dia berlatih.... Jika ia merasa perlu minum, ia datang ke tempat gelas dan cangkir dan tangannya mengambil apa saja yang bisa ia gunakan untuk minum. Ia tidak peduli apakah itu gelas atau cangkir.. Keduanya bisa digunakan untuk minum... dan jika ia perlu minum, ia
mengambil saja entah gelas entah cangkir....

Kau berlatih seperti dia, M. Jika kau haus atau ingin minum, kau datang ke tempat penyimpanan gelas dan cangkir...dan seperti Tom Cruise, kau hanya perlu tahu bahwa keduanya bisa digunakan untuk tempat air minum... dan kau bisa mengambil yang mana, gelas boleh, cangkir bisa.... keduanya adalah alat untuk minum. Dan jika kau perlu minum, kau bisa memilih salah satu alat untuk minum itu.

Tom Cruise tidak bertanya kepada orang lain dia harus minum dengan gelas atau cangkir? Kau bisa meniru caranya?
M (Mengangguk)

Bagus. Kau bisa meniru caranya. Ia bintang film yang kausukai dan kau bisa meniru caranya minum untuk menjadi bintang film seperti dia. Ia tidak bertanya harus minum dengan gelas atau cangkir. Kadang ia dengan gelas kadang dengan cangkir. Yang penting adalah ia minum dengan alat minum yang benar. Dan ia mencucinya. Karena bermain sebagai pelayan restoran harus bisa mencuci gelas atau cangkir. Ia mula-mula tidak bisa, tetapi ia belajar diamdiam, tidak bertanya....

Ia melihat orang di rumahnya mencuci gelas, ia melihat orang mencuci piring, dan ia memperhatikan orang mencuci gelas atau cangkir atau piring dengan sungguh-sungguh. Memperhatikan bagaimana cara mengguyur gelas dan cangkir dan piring di wastafel... Ia memperhatikan bagaimana cara menyabun, ia memperhatikan cara membilas setelah gelas piring dan cangkir itu disabun....

Ia cepat bisa melakukannya karena ia memperhatikan sungguh-sungguh. Ia tahu kenapa harus bisa mencuci gelas cangkir dan piring dengan baik karena ia akan bermain film sebagai pelayan restoran. Dan pelayan restoran di dalam film selalu tahu bagaimana mencuci gelas pring dan cangkir dengan baik. Ia tidak bertanya kepada orang lain bagaimana caranya, bukan?
M (Mengangguk)

Dan kau tahu juga seperti Tom Cruise karena aku sudah menyampaikannya kepadamu bagaimana ia melakukan latihannya. Ia tidak bertanya caranya kepada orang lain... ia memperhatikan dengan sungguh-sungguh sehingga ia tahu cara menyapu lantai dan mencuci gelas cangkir piring setiap kali ia habis memakai barang-barang itu....

Dan Tom Cruise menemukan sesuatu yang mengejutkan dengan melakukan itu semua, M. Setiap habis menyapu, ia melihat lantainya bersih dan sungguh mengejutkan... dengan melihat lantai bersih ia mendapatkan perasaan gembira yang muncul begitu saja. Dan begitulah ia mendapatkan perasaan gembira setiap pagi... dan itu membuatnya gembira sepanjang hari... karena itu mukanya kelihatan enak dilihat.... dan kau menyukainya karena ia menyenangkan dilihat. Itu karena ia mendapatkan perasaan gembira tiap pagi setiap kali melihat lantainya bersih.

Kejutan yang sama-sama menggembirakan juga muncul ketika ia selesai mencuci piring atau gelas atau cangkir, M. Melihat semua peralatan itu bersih mengkilat, ia secara mengejutkan mendapat perasaan gembira. Ia pandangi gelas dan piring dan cangkir setiap kali ia selesai mencucinya. Cahaya yang memantul pada gelas membuat benda itu tampak sangat menggembirakan. Begitu juga ketika cangkir bersih sehabis dicuci dan piring berkilau bersih.

Dan ia memang bintang film yang patut dicontoh, M. Ia masih berlatih yang lain lagi agar permainannya di film betul-betul bagus. Kau tahu pelayan restoran itu berangkat ke tempat kerjanya naik sepeda. Jadi setiap sore ia berlatih naik sepeda secara benar, memutari lapangan kampungnya.... dan ia baru akan berhenti berlatih ketika ia melihat sesuatu yang membuat hatinya senang selama ia naik sepeda.

Ya, M, ia baru berhenti berlatih naik sepeda ketika ia melihat sesuatu yang menyenangkan di entah di kiri atau kanan jalan yang dilaluinya. Mungkin itu warna bunga yang menyenangkan, atau pemandangan lain di tepi jalan yang membuat hatinya senang. Biasanya beberapa kali ia memutari kampungnya, dan ia memperhatikan kiri kanan jalan, menikmati perjalanannya dengan sepeda, sampai ia mendapati sesuatu sebuah kejutan yang menyenangkannya, pada warna bunga atau pemandangan lain yang menyenangkannya hatinya.

Ia hanya berhenti ketika sudah menemukan apa yang menyenangkan hatinya, biasanya dalam tiga empat putaran ia akan menemukan kejutan yang menyenangkan itu. Dan ia memperhatikan sungguh-sungguh pemandangan kiri kanan jalan sambil menikmati perjalanannya bersepeda.

Kadang-kadang ia menemukan keindahan pada warna bunga, pada pemandangan matahari sore, pada pohon-pohon di kiri kanan jalan, pada apa saja yang memberinya perasaan menyenangkan yang tak pernah ia duga. Sekarang, M. Aku sudah menyampaikan rahasia pertama. Dan kau hanya akan mendapatkan rahasia kedua jika kau bisa menjalankan dengan baik rahasia pertama. Tapi aku tidak peduli apakah kau akan mendapatkan lima rahasia yang lain... Itu urusanmu sendiri, M...

Dan itu tergantung apakah kau benar-benar lelaki yang bisa dipercaya....
Dan aku hanya akan menyampaikan semua resep rahasia yang dilakukan Tom Cruise itu kepada orang yang bisa kupercaya.

Aku penulis skenario dan aku tahu resep rahasia yang dimiliki oleh Tom
Cruise untuk menjadi bintang film yang baik. Ada enam jumlahnya dan kau
akan mendapatkan yang lainnya hanya jika kau bisa dipercaya bisa
menjalankan yang pertama. Dan gampang membedakan orang yang tekun
berlatih dan tidak, M. Itu semudah membedakan orang yang rajin senam dan
yang hanya tidur-tiduran, bukan.

Sekarang, M, kautahu, aku hanya berurusan dengan orang yang bisa kupercaya, karena rahasia hanya bisa diberikan kepada orang yang bisa dipercaya.

Sekarang kita istirahat, M. Kita lihat minggu depan apakah aku perlu menyampaikan rahasia kedua kepadamu atau tidak. Itu tergantung padamu sendiri.

Hai, M ! Sudah saatnya kita minum-minum dan kupikir aku akan minum kopi. Kemudian Erickson melakukan terminasi sesi hipnoterapinya dengan M.

Begitulah, tiga hari setelah sesi tersebut, kakanya menelepon saya dan menyampaikan bahwa M menyapu lantai tiap pagi, bisa mencuci piring dan gelas atau cangkirnya, dan bersepeda pada sore hari. Jadi, Tom Cruise telah membantunya melakukan semua tindakan “latihan” menjadi bintang film itu. Sebab ia berharap mendapatkan rahasia berikutnya pada sesi hipnoterapi selajutnya. Dalam beberapa sesi kemudian dilaporkan akhirnya subjek ini dapat berangsur-angsur pulih dan bisa berfungsi normal.

Nah, kawan-kawan, coba perhatikan dengan seksama bagaimana Erickson begitu licin meng-utilisasi semua symptom yang ditunjukkan M. Inilah yang saya secara pribadi sukai dari gaya Erickson melakukan hipnoterapinya. Tidak nampak samasekali gaya direktifnya atau otoritarian style. Dia melakukan semua sesi hipnoterapinya persis seperti ngobrol santai layaknya orang ngobrol di warung kopi. Tetapi justru semua sugesti diterima dan dapat direspon dengan sangat baik oleh subjeknya. Jadi sangat memahami sisi psikologis pasien atau subjek. Saya penasaran apakah hipnoterapis yang begitu yakin dengan pendekatan direct hypnosisnya akan bisa sabar dan gigih untuk menghandle klien atau pasien seperti ini ?


Maka dari itu, mari kita belajar dari Erickson….

Keledai Dungu dan Salah Kaprah Tentangnya.


Pernahkah anda memiliki pengalaman  dalam memotivasi orang lain untuk berubah ? Bisa jadi itu pengalaman yang sangat mengesalkan bagi anda. 

Contohnya begini. Anda barangkali pernah berkali-kali menasihati atau menyarankan seseorang untuk mengubah perilakunya, tetapi orang itu malah berkali-kali pula mengulangi perilaku yang sama, seolah-olah ia tak punya samasekali kemampuan untuk menerima  nasihat atau saran. 

Ia menjadi orang yang merampok habis kesabaran anda karena betul-betul tak bisa diberitahu atau disuruh. Dalam keadaan seperti itu anda akan cenderung menyamakan perilakunya dengan keledai. Kenapa ? sebab berkali-kali ia terperosok di lubang yang sama. Barangkali begitu kepercayaan yang anda yakini selama ini tentang keledai dan kedunguan.

Tetapi pernakah kita menanyakan kepada seseorang atau mencari tahu (dari manapun sumber pengetahuannya) bahwa analogi itu sebenarnya keliru samasekali, sebab ternyata keledai bukanlah hewan yang sedungu anggapan klasik kebanyakan orang. Konon seekor keledai justru tidak pernah jatuh ke lubang yang sama dua kali. Kalau dalam bahasa perbankan, keledai ini adalah sungguh-sungguh hewan yang sangat prudent (memiliki sifat sangat berhati-hati sebelum bertindak). Dan dalam banyak hal justru sifat terlalu hati-hati itu bisa jadi menguras kesabaran pemiliknya. Tetapi faktanya jelas bahwa ia bukan hewan dengan karakter bawaan seperti yang banyak dikatakan dalam pepatah yang salah kaprah itu.

Jadi ketika anda menghadapi seseorang yang semacam itu maka anda sebenarnya tidak sedang menghadapi keledai. Anda hanya akan sering menghadapi orang yang berkali-kali terperosok ke lubang yang sama, karena mereka meyakini satu pola berpikir tertentu, mengembangkan satu kepercayaan (beliefs) tertentu yang digunakan untuk menghadapi kenyataan di depannya, mengikat kuat pikirannya hanya pada satu pandangan dunia tertentu, dan kemudian menggunakannya sebagai satu-satunya panduan berperilakunya.

Maka dalam konteks terapi, anda harus mengeluarkan mereka dari “area nyaman” itu, jika perlu memberi mereka tsunami yang akan menghancurkan “istana lama” mereka, sehingga mereka mau berpindah ke wilayah lain dan membangun istana lain dan mengatur ulang segala sesuatu dari istana baru itu.

Itulah tantangan terpenting bagi seorang terapis. Yaitu bagaimana meyakinkan orang untuk berpindah dari area nyaman mereka. Jika mereka tidak merespons ajakan anda, maka seluar-biasa apa pun sugesti, saran, atau nasihat anda, hasilnya akan jauh dari mencukupi. 

Karena itu jelas disampaikan di sini bahwa yang terpenting dalam setiap pekerjaan terapi (khususnya yang menggunakan metode hipnotik) adalah RESPONS pasien. Dan kecakapan utama seorang terapis adalah kecakapan untuk membuat pasien mau untuk secara “sukarela” merespons sugesti-sugestinya. 

Itu karena pada intinya tujuan psikoterapi adalah untuk membantu pasien dalam cara yang bisa mereka terima. Bukan sebaliknya.

Salam,
Sumiharso, M.Sc (Psych), C.Ht - praktisi psikologi dan hipnoterapi

Powered by Blogger.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design