15 Cara Paling Mujarab Untuk Merusak Hidup Anda

Pagi tadi seorang sahabat mengirim pesan via BBM kepada saya dan bertanya, “ Boss, mau nanya. Apa sih isi buku ‘How to Ruin Your Life’ ?.

Awalnya saya ingin langsung menjawab pertanyaan itu via BBM juga. Sekurangnya karena Ben Stein, si penulis buku itu adalah penulis favorit saya. Tapi karena saya pikir jawaban yang akan saya sampaikan baik juga untuk diketahui oleh sahabat-sahabat saya yang lain, maka saya putuskan untuk menjawabnya secara lebih komplit.

Paling tidak dengan saya bagikan melalui blog pribadi saya, akan banyak juga sahabat lainnya yang mungkin bisa mengakses dan mendapatkan manfaat dari tulisan saya. Semoga.

Baiklah, saya akui saja. Saya sebenarnya bukan penggemar atau fans dari aliran self help. Anda tahu, dekade tahun 1990 sampai dengan akhir 2010-an, rak toko-toko buku besar di Indonesia penuh dijejali oleh buku-buku beraliran self help. Jika anda belum terlalu paham apa itu self help, baiklah saya akan jelaskan dengan ringkas.

Buku-buku bergenre self help adalah sejenis buku dengan konten atau tema yang ditujukan untuk orang-orang yang sedang mengalami atau memiliki persoalan dalam hidupnya dan ingin menemukan cara yang singkat (plus murah) untuk memecahkan masalahnya. Ya, semacam jalan tol. Begitulah.

Nah, orang-orang semacam ini seringkali berpikir bahwa daripada mereka datang dan konsul dengan profesional semacam psikolog, psikiater, konselor, atau terapis yang notabene itu semua berbiaya, maka kalau ada jalan yang murah dan manjur untuk mengatasi masalahnya kenapa tidak ?. Maka membeli buku-buku self help adalah salah satu jalan yang bisa dipilih. Sekurangnya itu bisa menciptakan momen katarsis secara murah dan personal (baca : masalah beres tanpa perlu diketahui oleh orang lain). Syukur-syukur masalah yang dihadapi bisa sirna. Tuntas blas blas blas…

Anda tahu, buku-buku self help atau saya lebih suka menyebutnya sebagai kitab bantu diri sendiri memang ditujukan untuk menjawab kebutuhan semacam itu. Buku-buku semacam itu umumnya ditulis oleh para tokoh atau figur populer dalam dunia pengembangan diri (self development).

Anda tentu sudah mengenal nama-nama besar seperti : Dale Carnegie (alm) yang menulis buku best seller “ How to win friends and influence the people “, Jack Canfield yang membesut “ Chicken Soup of The Soul”, atau Anthony Robbins yang fenomenal dengan “Awakening The Giant Within”nya.

Lho, koq ngelantur ke buku-buku self help ? Apa hubungannya dengan buku How to Ruin Your Life ?.

Ya, jelas dong. Lha, wong ‘How to ruin your self’ adalah salah satu buku bergenre self help. Kalau anda lihat di Amazon.com atau Barnes and Noble, buku ini termasuk salah satu buku yang penjualannya laris manis bak kacang goreng.

Tapi saya tidak akan berbicara soal itu. Sebab masalah penjualan dan marketing bukanlah area of expertise saya. Saya akan mengupasnya dari sudut pandang seorang praktisi yang kebetulan mendalami ilmu behavioral analysis dan sains psikologi.

Pertama, saya akan cerita sedikit tentang penulis buku ini. Ia bernama Ben Stein, asli orang Amrik. Saat ini ia berusia sekitar enampuluh sembilan tahun. Terus terang di mata saya orang ini adalah salah satu dari sedikit orang yang luar biasa. Ia memakai bermacam-macam topi. Pernah menjadi penulis pidato kepresidenan yang brillian pada masa Richard Nixon dan Gerald Ford. Kemudian ia beralih profesi menjadi pengacara dan pengamat politik sebelum kemudian terjun ke dunia hiburan dengan menjadi seorang komedian dan aktor yang sukses. Ia bahkan berhasil menyabet penghargaan bergensi Emmy Award untuk kategori sebagai host sebuah acara pertunjukan di televisi. Woow…..

Kedua, dan ini yang paling saya sukai dari Ben Stein. Ia juga seorang penulis !. Anda tahu, entah apakah ia memiliki bakat alam sebagai seorang komunikator atau mungkin ia memiliki talenta luar biasa dalam bidang bahasa, yang jelas kualitas tulisannya sangatlah superb !.

Buku How to ruin your self adalah salah satu buku favorit saya. Ia saya gemari tidak terutama karena isinya. Tapi karena Ben Stein mampu mengemas hal-hal remeh temeh menjadi sesuatu yang patut kita perhatikan dengan seksama. Gaya bahasanya yang lugas seringkali terasa sangat menohok kesadaran. Meskipun begitu humor yang ia sisipkan dalam setiap tulisannya sungguh jenaka dan amat kocak. Itu kalau anda membaca versi aslinya ya ?. Sorry, soalnya kala sudah diterjemahkan seringkali rasa bahasanya menjadi tidak se “greng” bahasa aslinya.

Tentu tulisan ringkas dalam blog pribadi saya ini bukan etalase untuk saya memajang karya Ben Stein, khususnya buku ‘ How to Ruin Your Self ’. Saya hanya akan berbagi dengan anda perihal 15 hal yang saya sarikan dari buku tersebut. Dan semoga itu dapat menjadi bahan pencerahan bagi saya dan anda. Jika berkenan tentunya.

Inilah dia 15 hal paling mujarab (menurut Ben Stein) yang jika anda lakukan secara istiqomah dan dengan penuh kesungguhan maka dijamin hidup anda akan hancur setidaknya sebelum ulang tahun anda yang ke-50.

  1. Selalulah berandai-andai seolah anda tak pernah dilahirkan ke muka bumi ini. Atau jika anda benar-benar lahir ke bumi yang ganas ini maka selalulah berpikir bahwa anda dilahirkan karena orang tua anda gagal mengaborsi anda. Dengan berandai-andai dan berpikir seperti itu maka anda tak akan punya rasa tanggung jawab. Bahkan tanggung jawab terhadap diri anda sendiri. Anda akan fokus mencari dan menimpakan kesalahan pada orang lain. Peliharalah sikap mental sebagai korban terus-menerus. Salahkan siapapun atas kekacauan hidup anda. Maka dijamin hidup anda akan rusak. Pasti.
  2. Bikin orang lain sulit untuk mencintai anda. Jadikan diri anda tokoh yang ditakuti. Entah dengan kekuatan fisik, ucapan kasar, ancaman, atau apapun yang bisa membuat orang lain merasa ngeri berhadapan dengan anda. Dijamin 100% hidup anda akan amburadul.
  3. Rusaklah diri anda sendiri. Tenggaklah alkohol. Mabuklah sebisa mungkin. Hisap rokok sebanyak-banyaknya. Jika masih kurang silahkan tambahkan cimeng. Toh di Indonesia ada sekelompok orang yang berjuang habis-habisan untuk melegalkan ganja. Tidak cukup ?. Beli katinon. Masih kurang juga ?. Kunjungi kelab malam dan diskotik setiap malam. Habiskan energi disana. Puaskan sensasi apapun yang ingin anda rasakan disitu. Dan jangan lupa, saat pulang dari sana pastikan anda masih dalam kondisi teler dan pacu kendaraan anda 175 km per jam.
  4. Jika suatu hari anda diberi amanat oleh orang lain (boss, istri, kolega, atau siapapun juga) maka abaikan saja. Jangan percaya pada Integritas. Berbohonglah. Mencurilah, Jika perlu kadali orang lain. Manipulasi laporan. Toh, para penjahat kerah putih juga melakukan hal itu. Yang penting dapat uang sekolam, harta segunung, dan perempuan cantik senang mengelilingi anda. Mau kapan lagi, guys ?.
  5. Jangan suka bertanggungjawab. Jangan mau berinisiatif. Dan pastikan selalu terlambat untuk rapat atau acara yang sudah ditentukan. Bilang pada orang lain bahwa waktu anda sangat berharga. Jadi anda pantas untuk selalu terlambat memenuhi janji. Jangan pikirkan betapa berharganya waktu mereka.
  6. Banyak-banyaklah melamun. Bila perlu teruskan berkhayal setiap hari. Fantasikan bahwa masa depan akan jauh lebih baik daripada saat ini. Tapi ingat : jangan melakukan appapun untuk meraihnya. Cukup mengandaikan saja bahwa suatu hari nanti anda akan dapat hadiah kejutan. Warisan nomplok. Atau keuntungan sangat besar yang datang tiba-tiba tanpa ada perlu berupaya apapun.
  7. Jadilah penderita hipokondriasis atau psikosomatis. Sering-seringlah mengeluh sakit pada bagian tubuh anda yang manapun. Yang sakit punggunglah. Kerasa nggak enak di telingalah. Pusing kepala inilah. Sesak itulah. Dan keluhan lain yang serupa. Lagi-lagi, jika perlu, selain mengeluh sering-seringlah curhat sambil menangis mengiba pada orang lain sambil menceritakan kemalangan anda. Carilah simpati sebanyak-banyaknya dari orang lain. Katakan pada orang lain bahwa hidup anda begitu susahnya dan untuk itu anda layak selalu mengeluh tidak berdaya.
  8. Selalulah merasa diri hebat. Selalulah berpikir dan merasa bahwa anda jauh lebih hebat dibanding siapapun di kolong dunia ini. Dengan begitu maka anda sah untuk mencela atau merendahkan orang lain, khususnya yang tidak seide, sesuku, seagama, segolongan, sejurusan, sefakultas, dan se-apapun-lainnya.
  9. Jangan pernah merasa puas dengan apapun yang anda miliki atau terima. Cari setiap alasan untuk kecewa. Entah soal gaji yang terasa seperti tak ada nilanya atau soal istri yang semakin gemar mengomel, atau anak anda yang tidak bisa lolos audisi Indonesia Mencari Bakat, atau bahkan soal kucing tetangga yang tiduran di kap mobil anda yang barusan anda cuci.
  10. Pastikan anda bersikap egois. Jangan biarkan orang lain menyalip mobil anda di jalan tanpa anda mengejarnya. Ambil setiap kesempatan untuk keuntungan pribadi. Tidak perlu berterimakasih atau membalas kebaikan orang lain.
  11. Kenang dan ingat-ingatlah masa lalu. Hiduplah bersama masa lalu anda. Selalulah berpikir bahwa masa lalu adalah masa terbaik yang pernah anda miliki. Jangan gubris saran orang lain untuk realistis dan hidup di masa sekarang.
  12. Banggakan selalu diri anda di depan orang lain. Kemas diri anda sesempurna mungkin. Pakai perhiasan mewah, gunakan jas paling mahal, beli gadget terbaru dan paling canggih (sekalipun anda kesulitan menggunakannya !). Yang penting selalu tampil netjiesh dan nampak bergaya.
  13. Pandailah berpura-pura. Jangan tampakkan kepribadian asli anda. Jangan pernah nampak orisinil. Jangan pernah bertanya meskipun anda tidak mengerti karena itu hanya akan membuat anda nampak seperti orang pandir. Ikuti apapun yang sedang ngetrend. Bicaralah dengan jargon-jargon paling keren dan mutakhir ( lagi-lagi, meskipun anda tidak ngeh apa maknanya !!! ).
  14. Di setiap kesempatan, di setiap waktu jadikan diri anda pasif. Tonton televisi sebanyak mungkin. Jangan pernah membaca buku pengembangan diri. Bergaullah dengan fans ikatan “Pengguna 24 jam waktu untuk menonton opera sabun, sinetron, dan talk show”.
  15. Dan yang pamungkas adalah : Jangan hirau dengan apapun yang terjadi di sekitar anda. Biarkan dunia berjalan dengan sendirinya. Urusi saja kehidupan anda sendiri. Peliharalah sikap mental “ Ah, masa bodo-lah dengan lingkungan, yang penting gua nyaman ". 
Tapi ini belumlah cukup kata Ben Stein. Ia sangat baik hati. Ia menambahkan satu lagi bonus untuk anda. “Ini adalah pelengkap dari kelima belas hal diatas“, katanya.

Apakah itu ?. Ya, ia adalah : sikap mental dan kepercayaan bahwa “ Ini semua juga akan berlalu “ sambil pastikan bahwa anda tidak mengambil langkah apapun untuk mengatasi atau menyelesaikan masalah anda.

Maka jika 15 hal plus 1 bonus itu anda lakukan, dijamin hidup anda akan kocar-kacir.

Jadi, anda sepakat untuk mulai melakukan 15 hal di atas ?.

Powered by Blogger.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design