Salah Kaprah Tentang Profesi Konsultan Manajemen Bisnis


Ditulis oleh Sumiharso | Konsultan Manajemen Bisnis | Berbagi Ilmu Konsultansi

Apa kabar sahabat-sahabat semuanya ? Saya doakan semoga anda selalu sehat dan sukses....

Dalam artikel kali ini saya akan membahas beberapa salah kaprah yang banyak beredar tentang profesi konsultan manajemen bisnis. Salah kaprah ini saya catat dan kumpulkan dari pengalaman pribadi saya selama menjalankan profesi sebagai seorang konsultan manajemen bisnis dengan beragam klien, baik yang berasal dari individu perorangan, pemimpin perusahaan swasta, BUMN, organisasi pendidikan, maupun para pemimpin di lembaga atau  badan-badan pemerintahan. 

1. Salah kaprah pertama. Kadang-kadang para pemilik bisnis atau pemimpin perusahaan bisa sangat berhati-hati atau bahkan amat waspada sebelum memutuskan untuk menyewa jasa seorang konsultan bisnis. Umumnya hal ini terjadi karena mereka berpikir bahwa di mata mereka konsultan manajemen bisnis bukanlah orang yang cakap (kompeten) dan mampu menyelesaikan urusan operasional perusahaan atau bisnis mereka. 

Seandainya pun mereka akan menyewa jasa sesorang konsultan manajemen bisnis, maka mereka umumnya mempersyaratkan bahwa konsultan manajemen bisnis tersebut haruslah seorang yang pernah menjadi pimpinan perusahaan atau minimal pernah memiliki sebuah perusahaan sendiri. Jika anda berpikir seperti ini maka bisa saya sampaikan bahwa ini adalah cara pikir yang tidak sepenuhnya benar. 

Mengapa ? Lugas saja jawabnya. Untuk menjadi seorang konsultan manajemen atau konsultan bisnis yang sukses tidak selalu harus seseorang tersebut memiliki latar belakang sebagai seorang praktisi bisnis (pemimpin perusahaan atau pemilik bisnis). Jack Welch, mantan pemimpin tertinggi/CEO perusahaan kelas dunia General Electric atau dikenal dengan GE, justru meraih kesuksesan terbesarnya karena memutuskan untuk menyewa jasa seorang konsultan manajemen yaitu Peter F. Drucker. Anda tahu, Peter F. Drucker adalah seseorang yang disebut sebagai Guru Manajemen Nomor 1 Dunia. Beliau ini justru sepanjang usianya tidak pernah sekalipun memiliki pengalaman praktis baik sebagai pemimpin perusahaan maupun pemilik bisnis. Bahkan sebagai seorang konsultan manajemen bisnis top sekalipun ia tidak pernah memiliki perusahaan konsultansi. Beliau justru memilih menjadi seorang Konsultan Independen (perorangan) selama karirnya sebagai konsultan manajemen bisnis bagi para pemimpin perusahaan kelas dunia ! .

2. Salah kaprah kedua. Banyak orang yang berpikir bahwa jika mereka menyewa jasa seorang konsultan manajemen bisnis maka semua urusan kerumitan atau ketidakberesan dalam operasional manajemen perusahaan mereka akan sepenuhnya diambil alih atau ditangani langsung oleh si konsultan manajemen bisnis. Ini sungguh suatu pemikiran yang tidak tepat. Seorang konsultan manajemen bisnis adalah “ orang luar ” bukan seseorang yang berada di jalur lini atau komando untuk bisa memberikan, mengorganisasikan, atau menggerakkan para pegawai didalam sebuah organisasi perusahaan. Mereka lebih berperan sebagai penasihat yang memberikan wawasan tentang bagaimana menjalankan bisnis atau bertindak sebagai pelatih yang mengajarkan teknik-teknik tertentu dalam fungsi-fungsi manajemen.

3. Salah kaprah ketiga. Tidak sedikit orang yang berpikir bahwa kalau mereka menyewa jasa seorang konsultan manajemen bisnis maka mereka akan merasa malu karena hal itu sama saja dengan menunjukkan ketidakcakapan mereka dalam menjalankan bisnisnya kepada orang lain. Ini adalah benar-benar suatu cara pandang yang keliru bahkan sangat jauh dari kebenarannya. Ada banyak orang yang sangat sukses dalam bisnis, baik para pemimpin perusahaan ataupun pemilik bisnis yang justru menggunakan jasa konsultan manajemen bisnis

Kenapa ? Ya, karena mereka menyewa konsultan manajemen bisnis untuk memberikan masukan, nasihat, saran, atau rekomendasi tentang bagaimana menjalankan bisnis dengan pandangan yang objektif atau tanpa bias.

Sebagai contoh saya akan berikan sebuah analogi. Coba anda pikirkan tentang orang-orang yang berprofesi sebagai editor berita yang bekerja di perusahaan-perusahaan penerbitan surat kabar. Mengapa profesi ini ada ? Jawabnya sederhana saja. Sebab ketika seseorang menulis sebuah artikel untuk surat kabar, maka ada kecenderungan mereka (para penulis artikel) tidak bisa melihat kesalahan yang telah mereka buat secara objektif. 

Mereka (para penulis artikel) selalu berpikir bahwa tulisan mereka sudah final dan terbaik. Jadi tinggal diterbitkan saja. Nah, disinilah fungsi dan peran editor berita atau editor artikel diperlukan. Mereka (para editor) ini akan membaca seluruh artikel sebelum diterbitkan untuk kemudian melakukan beberapa tindakan editorial seperti penyelarasan isi, menyesuaikan aspek-aspek teknis tulisan (tata bahasa, tanda baca,diksi dll) agar lebih baik dan hal-hal detil  lainnya. Sehingga pada akhirnya sebuah artikel yang diterbitkan benar-benar dapat dibaca dengan nyaman oleh pembaca surat kabar.

Jadi tidak bisa kemudian anda berasumsi bahwa hanya karena anda telah menyewa seorang konsultan manajemen bisnis maka  itu berarti bahwa anda tidak memiliki kemampuan untuk menjalankan bisnis anda. Bukan seperti itu. 

Mereka (para konsultan bisnis atau manajemen) disewa untuk membantu para pemimpin perusahaan atau pemilik bisnis justru untuk melihat dengan cara pandang yang kritis dan objektif tentang bagaimana bisnis atau perusahaan anda dijalankan. Kemudian mereka akan memberikan saran, nasihat, atau rekomendasi yang dibutuhkan agar bisnis atau perusahaan anda bisa tumbuh dan berkembang dengan lebih baik lagi. 

Dengan kata lain seorang  konsultan manajemen bisnis dihadirkan dengan tujuan utama untuk melihat apa yang bisa ditingkatkan didalam operasional bisnis anda dan apa saja yang mungkin perlu diubah atau disesuaikan agar tujuan bisnis anda dapat tercapai. 

Oleh karena itu menyewa seorang konsultan manajemen bisnis yang berpengalaman dan mumpuni, baik dalam hal pengetahuan, kecakapan (kompetensi), dan pengalaman konsultasi manajemennya, bisa menjadi suatu keputusan yang sangat berharga dalam rangka mempercepat tercapainya tujuan bisnis atau sasaran perusahaan.

Artikel lain yang perlu anda baca :

"Kapan sebaiknya anda memulai bisnis konsultansi ? ". Klik disini http://www.sumiharso.com/2015/05/di-usia-berapa-sebaiknya-memulai-bisnis.html

"Apa saja syarat untuk bisa menjadi konsultan yang sukses ?" Klik disini http://www.sumiharso.com/2015/04/4-aspek-kompetensi-dasar-untuk-sukses.html



Powered by Blogger.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design