Bodoh Tapi Cerdas


Dalam rangka tazkiyatun nafs ( penyucian jiwa ) suatu hari Mullah Nasrudin Hoja-sufi nyentrik asal Konya, Turki-berniat untuk melatih menghilangkan sifat-sifat buruk yang ada pada dirinya.

Ia lalu pergi ke pasar dan duduk di dekat pintu masuk dan mulai meminta-minta belas kasihan orang ( mengemis ). 

Di masa itu sudah menjadi kebiasaan orang-orang disana untuk memberikan uang koin kepada pengemis sebagai bentuk sedekah kepada kaum yang tidak berpunya. 

Namun bedanya adalah setiap kali sebelum memberikan uang koinnya kepada pengemis, orang yang akan memberi sedekah akan menanyakan terlebih dulu kepada pengemis tersebut apakah ia akan memilih uang koin yang besar atau uang koin yang kecil. Uang koin yang ukurannya besar memiliki nilai nominal sepuluh kali lebih besar daripada uang koin yang berukuran lebih kecil.

Dalam setiap kesempatan Mullah Nasrudin Hoja selalu memilih uang koin yang kecil dari orang-orang yang bersedekah kepadanya. Hal ini tentu membuat dirinya menjadi bahan olok-olok dan ejekan dari sesama pengemis yang ada di pasar itu. Ia dianggap sebagai orang yang bodoh dan tak tahu memanfaatkan kesempatan.

Kisah nyentrik pengemis yang selalu meminta uang koin kecil itu lalu beredar ke seluruh Kota Konya. Orang-orang semakin penasaran dengan perilaku Mullah Nasrudin Hoja.

Lalu pada suatu hari, seorang pria yang dermawan, setelah lelah melihat Nasrudin diejek oleh banyak orang sebagai orang bodoh, memberi isyarat kepadanya agar mengikutinya ke sudut alun-alun.

Sesampainya disana orang yang dermawan itu berkata kepada Mullah Nasrudin Hoja, " Ketika orang-orang itu menawarkan dua koin, anda seharusnya memilih koin yang lebih besar. Dengan begitu Anda akan mendapatkan lebih banyak uang dan orang-orang tidak akan menganggap anda idiot. "

" Kedengarannya seperti nasihat yang bagus tuan," jawab Nasrudin, " tetapi jika saya memilih koin yang lebih besar, orang akan berhenti menawarkan saya uang, karena mereka sesungguhnya lebih suka percaya bahwa saya lebih bodoh daripada mereka. Anda tidak tahu berapa banyak uang yang saya peroleh dengan menggunakan trik ini." 

Orang yang dermawan itu terkejut dengan jawaban Mullah Nasrudin Hoja. Ia lalu menghabiskan waktunya seharian untuk menyelidiki apa benar bahwa dengan trik seperti itu Mullah Nasrudin Hoja mampu mendapatkan uang lebih banyak daripada pengemis lainnya yang memilih uang koin yang besar.

Dan memang benar ! Diantara puluhan pengemis yang ada di sekitar pasar itu ternyata " penghasilan " Mullah Nasrudin Hojalah yang paling banyak.

Moral Kisah

1. Tidak ada yang salah dengan terlihat seperti orang bodoh jika pada kenyataannya anda memang benar-benar cerdas.
2.  Sekalipun kepintaran anda setinggi langit jangan sekali-kali anda memamerkan kepintaran anda. Merendahlah. Sebab tak ada orang di muka bumi ini yang suka dengan orang-orang yang suka memamerkan kepintarannya.
3. Amati dan pelajari dengan sungguh-sungguh situasinya sebelum anda bertindak atau mengambil keputusan. Jangan terkecoh dengan tampilan luar tapi lupa dengan hakikat yang ada didalam sesuatu hal. Ingat kecerdasan adalah kemampuan untuk belajar, bernalar, memahami masalah serta mampu memecahkannya dengan efektif.

© 2012 - 2019 by Sumiharso. Powered by Blogger.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design