Sama Pertanyaan, Beda Jawaban


Suatu pagi Kyai Rahmat sedang berkumpul bersama santri-santrinya, ketika seorang tamu laki-laki mendatanginya.

" Apakah Allah itu ada, kyai ?" laki-laki itu bertanya.


" Ya, ada," jawab Kyai Rahmat.


Dan laki-laki itu kemudian pergi.


Setelah shalat zuhur, kembali seorang tamu laki-laki lain mendatangi Kyai Rahmat.


" Apakah Allah itu ada, kyai ?" laki-laki itu bertanya.


" Tidak, dia tidak ada," kata Kyai Rahmat.

Dan laki-laki itu kemudian pergi.


Kemudian pada sore harinya, datang lagi laki-laki ketiga dan mengajukan pertanyaan yang sama kepada Kyai Rahmat : 

" Apakah Allah itu ada, kyai ?" laki-laki itu bertanya.


" Kalau itu ya harus kau sendiri yang memutuskannya,' jawab Kyai Rahmat. 


Segera setelah laki-laki itu pergi, salah satu santri mendekat dan bertanya kepada Kyai Rahmat dengan nada jengkel :


" Jawaban kyai tadi itu benar-benar tidak masuk akal ! Bagaimana mungkin kyai bisa memberikan jawaban yang berbeda-beda untuk pertanyaan yang sama ? "


" Ya, karena mereka semua adalah orang yang berbeda, dan masing-masing dari mereka akan mencapai Allah dengan jalan pikirannya sendiri-sendiri ", Jawab Kyai Rahmat tenang.


" Orang pertama akan percaya pada apa yang aku katakan karena ia datang dengan motif untuk menguatkan apa yang sudah ia yakini. Orang yang kedua akan melakukan semua hal  untuk membuktikan kalau aku salah. Itu karena ia datang dengan motif untuk meragukan semua hal yang tidak ia percayai. Dan kau tahu, orang ketiga itu tadi hanya akan percaya pada apa yang dia izinkan untuk dipilihnya sendiri, tak peduli apapun kata orang lain. "

© 2012 - 2019 by Sumiharso. Powered by Blogger.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design